Kamis, 17 Desember 2009

Sekitar 39 Dokter Ikuti Yudisium Di FKUB


Peserta yudisium dokter berpose bersama Dr. dr. Karyono Montaroem, Sp.PA Ketua jurusan Program Pendidikan Dokter,PDI FKUB Prof.Dr.Edi Widjajanto,MS,SpPK,PD III dr.M. Hanafi MPH serta perwakilan RSU Saiful Anwar Malang (ard)



Dokter para peserta yudisium di FKUB


Media Center, FKUB
Peningkatan mutu serta kualitas perlu dilakukan agar para dokter bisa lolos dalam seleksi Uji Kompetensi Dokter Indonesia (UKDI),” tentunya berbagai persiapan harus dilakukan serta ikuti sejumlah pelatihan ataupun try out , sehingga bisa mencapai nilai maksimal,”tandas Pembantu Dekan I Prof.Dr.Edi Widjajanto,MS,SpPK dalam sambutanya mewakili dekan FKUB pada Yudisium Dokter, di lantai 6 Gedung pusat FKUB Kamis (17/12) belum lama ini.
Disampaikan Prof. Edi, bahwa untuk mendapatkan kelulusan di UKDI tidak mudah, bahkan dalam ujian sebelumnya FKUB mengirimkan 42 dokter untuk ikut ujian tertinggal 2 dokter, oleh karenanya sebelum mengikuti ujian harus dipersiapkan dengan baik dan selalu mengikuti sejumlah pelatihan yang dilakukan oleh FKUB.
Secara terpisah Dr. dr. Karyono Montaroem, Sp.PA Ketua jurusan Program Pendidikan Dokter mengatakan, bahwa jumlah peserta yudisium saat ini sekitar 39 orang dokter, setelah dilakukan yudisium nantinya peserta akan mengikuti sumpah dokter, tentunya untuk saat ini mereka masih perlu banyak belajar, karena harus menghadapi ujian kompetensi dokter Indonesia sebelum melakukan praktek di masyarakat. (ard)

Selasa, 08 Desember 2009

PP Perdosi Percayakan FKUB Sebagai Pusat Pendidikan Dokter Saraf



Media Center, FKUB
Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya dipercaya oleh PP Perdossi (Perhimpunan Dokter Spesialis Saraf Indonesia) sebagai salah satu pusat pendidikan dokter spesialis saraf. Dengan demikian, FKUB akan diperbolehkan mengembangkan penelitian dan pengobatan dengan sistem cell dalam kaitannya dengan gangguan system saraf seperti Parkinson, stroke, cerebral palsy, dan lain-lain.
Selain FKUB yang akan menjadi pusat penelitian dan pengembangan stemcell tersebut adalah FKUI,FK Unhas, FK Unsrat dan FK Unpad.seperti disampaikan Ketua PP Perdossi Prof Dr dr Yusuf Misbach SpS(K) dalam kunjungannya ke UB Rabun(2/12) belum lama ini.
Diungkapkan juga Direncanakan oleh PP Perdossi kerjasama akan dilaksanakan dengan Stempeutic laboratoriumoratorium dari manipal foundation di malaysia. Manipal foundation adalah suatu badan yang mempunyai divisi pendidikan, penelitian dan pengembangan terapi. Salah satu dari sub badan tersebut adalah stempeutic yang laboratorium oratorium pusatnya berada di malaysia.Saat ini mereka sedang mengembangkan penggunaan stem cell untuk penanganan pasien stroke.
Seperti diketahui bersama stroke merupakan penyebab kematian nomer 3 di dunia dan penyebab kecacatan no 1 di dunia yang angka kejadiaanya diprediksi akan semakin meningkat sehingga diperlukan suatu usaha yang komprehensif dalam penaganan penyakit ini.
Salah satu dasar pemilihan FKUB oleh PP Perdossi dikarenakan FKUB sudah memiliki Stroke unit yang tugasnya tidak hanya melayani pasien stroke tetapi juga mempunyai peran melakukan pengembangan dan penelitian mengenai stroke, FKUB sudah memiliki laboratorium oratorium biomedik yang juga sudah mulai mengembangkan penelitian mengenai sistem cell.
tim PP Perdossi yang langsung dipimpin oleh Ketua PP Perdossi Prof Dr dr Yusuf Misbach SpS(K) dan sekjen PP Perdossi dr Lyna Soertidewi,Mepid,SpS(K) dan anggota tim dr Amanda,SpS(FKUI),dr Yetti,SpS(K) (FKUI),dr Thamrin,SpS(K) (FK Unpad),dr Eko Arisetijono,SpS(FKUB),dr Ashari Bahar,SpS (FK Unhas) dan dr Herlyani Khosama,SpS (FK UNSRAT) mengunjungi laboratoriumoratorium pusat stempeutic laboratorium moratorium di Kuala Lumpur Malaysia, untuk melihat dan mempelajari fasilitas laboratorium yang ada dan membicarakan secara mendalam kemungkinan kerjasama dalam pengembangan stem cell di beberapa universitas pusat pendidikan dokter spesialis saraf di Indonesia. Dalam kunjungan tersebut disepakati akan menindaklanjuti secara serius kerjasama dengan Universitas dan RS Pendidikan yang sudah direkomendasikan oleh PP Perdossi. Untuk itu diharapkan beberapa pusat pendidikan dokter spesialis saraf di indonesia segera berkoordinasi dengan pimpinan fakultas dan pimpinan universitas,mengenai kerjasama ini. Direncanakan akan ada kunjungan balasan dari pihak Manipal pada bulan januari untuk membicarakan secara lebih seksama bentuk kerjasama tersebut dan diharapkan kerjasama sudah bisa terealisasi dalm waktu yang tidak terlalu lama.[jj]

Rektor UB Wisuda 44 Dokter & 1085 Wisudawan Yang lain


Prof.Dr. Ir. Yogi Sugito Rektor Universitas Brawijaya (ard)

Media Center, DFKUB
Sekitar 44 orang mahasiswa fakultas kedokteran Universitas Brawijayan dan dr Hadianto Gunawan PS Pendidikan Dokter mendapatkan IP tertinggi di lingkungan FKUB dengan, IPK 3.85 mereka diwisuda oleh Rektor Universitas Brawijaya (UB) bersama dengan 1085 wisudawan UB yang lain dari berbagai program study diantaranya program Diploma, Sarjana dan Pascasarjana. Wisuda periode II tahun akademik 2009/2010 itu berlangsung di Gedung Samantha Krida UB. Para wisudawan terdiri dari Fakultas Hukum 160 orang, Fakultas Ekonomi 131 orang, Fakultas Ilmu Administrasi 182 orang, Fakultas Pertanian 119 orang, Fakultas Peternakan 42 orang, Fakultas Teknik 111 orang, , Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan 44 orang, Fakultas MIPA 126 orang, Fakultas Teknologi Pertanian 47 orang, Fakultas Ilmu Sosial 18 orang dan Fakultas Ilmu Budaya 64 orang. Dari jumlah itu, sebanyak 221 orang lulusan program diploma, 682 orang merupakan lulusan program sarjana, dan 182 lulusan program pascasarjana.
Pada kesempatan itu rektor juga memberikan ucapan selamat kepada wisudawan dengan predikat terbaik. Berikut adalah para wisudawan dengan predikat terbaik: 1) Program Diploma: Candy AMd (PS Bahasa Jepang, IPK 3.93), Debby Firmanti AMd (PS Akuntansi, IPK 3.74), Annik Nurhayati AMd (PS Kesekretariatan, IPK 3.85), Lu'Lu'Ul Siya Solikha AP (PS Hortikultura, IPK 3.90), Dyah Tri Puspitasari AMd (PS Arsitektur Pertamanan, IPK 3.65), dan Ridho Satya Harpawan AMd (PS Analisis Kimia, IPK 3.63). 2) Program Sarjana: Anandika P. Nugraha SS (PS Sosiologi), Dewa Ayu Putu Eka SH (PS Ilmu Hukum, IPK 3.62), Putri Karismawati SE (PS Akuntansi, IPK 3.66), Erika Damayanti SAB (PS Ilmu Administrasi Bisnis, IPK 3.68), Tri Rakhma Setio A SP (PS Pemuliaan Tanaman, IPK 3.86), Lailatul Akhadiah SPt (PS Nutrisi dan Makanan Ternak), Wasiska Iyati ST (PS Arsitektur, IPK 3.72), dr Hadianto Gunawan (PS Pendidikan Dokter, IPK 3.85), Eko Fitrianingsih SPi (PS Sosial Ekonomi Perikanan, IPK 3.65), M Hilman Fuadil Amin SSi (PS Biologi, IPK 3.68), Merina Sofrida STP (PS Teknologi Industri Pertanian, IPK 3.55), dan Rochma Widia Lestari SIKom (PS Ilmu Komunikasi, IPK 3.61). 3) Program Pascasarjana: Wahidin Mardiono Swantho ME MP (Magister PS Ilmu Ternak, IPK 4.00), dan Dr. Sirajuddin SH MH (Doktor PS Ilmu Hukum, IPK 4.00).[ard]

Minggu, 06 Desember 2009

Diseminarkan Peran Dokter Keluarga Dalam Pelayanan Kesehatan Primer


Dekan FKUB Dr.dr. Samsul Islam, SpMK, MKes (jj)

Media Center, FKUB
Konsep dokter keluarga telah tercantum dalam sistem kesehatan nasional 2004. Penerapan konsep dokter keluaga dalam pelayanan kesehatan tingkat pertama mempunyai implikasi sistem dan model pelayanan yang diselenggarakan saat ini. Hal itu disampaikan Dr.dr. Samsul Islam, SpMK, MKes Dekan Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya (FKUB) dalam sambutan pembukaan seminar dan sosialisasi peran dokter keluarga dalam pelayanan kesehatan primer belum lama ini.
Paradigma penyelenggaraan layanan kesehatan saat ini harus berubah, dimana saat ini untuk menyelesaikan permasalahan kesehatan perorangan lebih berorentasi pada pada klien dan penekanan pelayanan kuratip akan berubah keorientasi klien sebagai bagian dari keluarga dan komunitas sehingga pelayanan kesehatan yang dibnerikan pada tingkat pertama akan bersifat menyeluruh terpasdu dan berkesinambungan ( holistic dan komprehensip) serta pemberian pelayanan seimbang anatara pelayanan kesehatan kuratip rehabilitatip dengan pelayanan kesehatan promotip preventip yang selama ini dirasakan masih kurang mendapat perhatian.
Secara terpisah disampaikan dr. Nanik Setijowati , Mkes salah satu panitia seminar menyampaikan bahwa berberapa pemateri yang mengisi acara seminar dokter keluarga diantaranya Ketua IDI Malang dengan materi kebijakan pengembangan profesi dokter keluarga, Kadin Kesehatan Kab Malang materi percepatan pengembangan sistem pelayanan kesehatan primer berbasis dokter keluarga, sedangkan dr. Jack Roebijoso, MSc.OM memberikan materi pengertian konsep dan model managemen pelayanan kesehatan dokter keluarga. Selanjutnya dilakasanakan diskusi kelompok dan pembentukan forum komunikasi dokter keluarga yang dipandu oleh dr.Harun Al Rasyid, MPH. (ard)

Selasa, 01 Desember 2009

Prof.Dr.Edi Widjajanto,MS,SpPK : " Berkorban Wujud Ketaatan Pada Allah "



Prof.Dr.Edi Widjajanto,MS,SpPK Pembantu Dekan I FKUB saat memberikan sambutan dalam rangka Hari Raya idul 1430 H di FKUB (ard)




Dr.dr.Setyawati S.Karyono,MKes Pembantu Dekan I FKUB saat menyerahkan sapi korban pada warga Wagir Kab Malang (eas



Media Center, Fkub
Berkorban sebagai wujud ketaatan kita pada Allah Swt. Kalau dulu nabi Ibrahim diminta untuk menyembelih ismail, karena ketaatannya mereka juga mau berbakti pada Allah.Ternyata akhirnya digantikan oleh kambing, yang saat ini dilaksanakan oleh seluruh umat Allah di dunia. Hal itu merupakan tes dari orang –orang dekat Allah terhadap perintah-perintahnya. Hal itu sekelumit ungkapan Prof.Dr.Edi Widjajanto,MS,SpPK Pembantu Dekan I FKUB dalam memberikan sambutan pelaksanaan Hari raya Idul Adha 1430 H di kampus FKUB kemarin Sabtu (28/11) belum lama ini.
Dijelaskan Profesor Edi berkorban kambing atau sapi itu merupakan sebuah wujud ketaatan kita kepada Allah, begitu juga dengan panitia yang mendapatkan amanah untuk menyalurkan daging korban harus betul-betul tepat sasaran, karena itu ada pertanggung jawabannya baik di dunia maupun di akherat nanti.
Masih disampaikan Prof. Edi tentunya dengan semakin luasnya wilayah penyaluran daging korban dan semakin bertambahnya orang yang mempercayakan diri untuk berkoban pada FKUB merupakan satu prestasi yang baik, karena kepercayaan itu cukup mahal dan bisa dipergunakan dengan sebaik mungkin.
Sementara menurut Dr. Bambang Prijadi,MS selaku ketua panitia idul korban menyampaikan bahwa jumlah kambing korban sekitar 28 ekor sedangkan sapi 3 ekor untuk penyaluranya 1 sapi dikirim ke Kecamatan Wagir dan 1 kwe desa Sanan Kerto Kecamatan Turen sedangkan yang satu ekor dosembelih di FKUB untuk karyawan FKUB yang membutuhkan, sedangkan 28 ekor kambing disebar dibeberapa tempat di Malang untuk masyarakat yang membutuhkanya. (ard)

Minggu, 22 November 2009

FKUB AWARD MOTIVASI MAHASISWA BERPRESTASI



Salah seorang peserta yang mendapatkan award dengan IPK terbaik (ve)


Presiden Bem FKUB Ardhan Prahara Putra saat membacakan pemenang Award (ve)

Media Center, FKUB
Dengan Semangat Pemuda, Kita Wujudkan Tenaga Kesehatan Sebagai Motor Penggerak Pembangunan Bangsa. Kalimat itu terpampang jelas pada spanduk kegiatan FK UB Award yang diselenggarakan Lembaga Studi Ilmiah Mahasiswa Fakultas Kedokteran UB, Minggu (22/11) pukul 08.00 WIB di Gedung Graha Medika FK UB.
FK UB Award diselenggarakan dengan tujuan memberikan motivasi kepada mahasiswa untuk terus berprestasi di bidangnya masing-masing. Banyak kategori yang dilombakan pada acara ini, diantaranya mahasiswa pelopor pemuda wirausaha, mahasiswa dengan IPK terbaik masing-masing jurusan dan semester, mahasiswa teladan, mahasiswa berprestasi dibidang Penalaran, mahsiswa berprestasi bidang olahraga, serta dosen dan karyawan berprestasi.
Menurut ketua pelaksana, Eko Aprianto, penilaian pemenangnya berdasarkan tiga kriteria yaitu tema, personality, dan kemampuan peserta menjawab pertanyaan sesuai dengan kategori saat interview.
Eko menjelaskan banyak mahasiswa dan dosen yang belum paham acara ini, sehingga responnya kurang begitu dahsyat. Hal ini terlihat dari jumlah peserta yang tidak sesuai target. “Tapi paling tidak, ketika tadi dr. Hanafi,MPH Pembantu Dekan III FKUB yang membuka acara selaku perwakilan dekan hadir dan mengetahui format kegiatan ini sehingga beliau menyarankan agar tahun depan FK UB Award ini diadakan bersamaan dengan Diesnatalis, saya cukup senang karena kegiatan ini telah mendapat dukungan untuk dilaksanakan secara berkelanjutan”, imbuhnya.
Kegiatan yang baru pertama kalinya diadakan ini, diformat layaknya penganugrahan Piala Oscar, yang ditandai dengan adanya red karpet serta pembaca nominasi yang berasal dari kalangan pejabat organisasi intra Fakultas Kedokteran.
Di temui di tempat yang sama, Ardhan Prahara Putra selaku Presiden Mahasiswa BEM Fakultas Kedokteran UB, berharap kegiatan ini mampu membuka mata seluruh civitas akademika Universitas Brawijaya bahwa mahasiswa kedokteran tidak hanya identik dengan kutu buku, namun juga memiliki segudang prestasi non akademik yang mampu memberikan insprirasi bagi pemuda dan mahasiswa lainnya untuk turut serta menorehkan prestasinya.(Ve)

JFest FK UB Untuk Indonesia



para peserta Workshop Multimedia Animasi FKUB (ve)

Media Center, FKUB
Minggu (22/11), BEM Fakultas Kedokteran Brawijaya melalui Lembaga Pers Mahasiswanya mengadakan JFest tahun ketiga. Kegiatan bertema bersatulah Indonesiaku dan tunjukkan jati dirimu, memiliki tiga kategori lomba yaitu Mading 3 Dimensi, Video Reportase, dan Desain Poster. Selain itu ada pula Workshop Multimedia Animasi yang pesertanya berasal dari berbagai kalangan.
Ditemui di sela-sela kesibukannya Era Fajar, ketua pelaksana JFest mengatakan kegiatan yang bertempat di gedung FAAL RK 1-3 ini, tujuan utamanya adalah membentuk pribadi yang kreatif dan kompetitif sehingga mampu memotivasi diri sendiri untuk berprestasi. “Kegiatan ini dimulai pukul 09.00 WIB tadi, pesertanya 11 tim dari SMA untuk Mading 3 dimensi, 3 tim SMA dan 2 tim mahasiswa untuk video reportase, 9 mahasiswa untuk lomba poster, serta 25 peserta untuk workshop. Nantinya, tim juri akan menentukan pemenang 1, 2, dan favorit dari masing-masing kategori”, jelas mahasiswa semester lima jurusan Pendidikan Dokter ini.
Ketika ditanya seputar peluang juara, Edo selaku ketua tim pembuatan mading 3 Dimensi dari SMK Muhammdiyah Batu menceritakan bahwa timnya merasa pesimis bisa menang karena tim lawan biasanya memunculkan kejutan-kejutan diakhir waktu. Sedangkan timnya sudah maksimal membuat mading berbentuk rumah adat Joglo dan Tugu tua yang sudah tidak diperhatikan masyarakat dan pemerintah. Edo menambahkan terlepas dari siapapun yang menang, tim ini punya misi tersendiri yaitu memberikan pengertian kepada masayarakat bahwa budaya Indonesia adalah Jatidiri bangsa, sehingga wajib bagi semua untuk terus merawat dan melestarikannya. Semoga. (Ve)