Rabu, 13 Januari 2010

Komitmen Dekan FKUB Kembangkan Ilmu Gizi Di Indonesia





Media Center, FKUB
Dekan Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya berkomitmen mengembangkan ilmu gizi di Indonesia yang diawali dengan pendirian Diploma Gizi pada 1998 dan saat ini telah berubah menjadi program sarjana Ilmu Gizi,” tandas Dr.dr. Samsul Islam, SpMK.MKes dalam sambutanya dalam rangka pembukaan . Training For Instructor II (ITFI) Pendidikan Profesi Gizi (Registered Dietition/RD) pada 12 - 15 Januari 2010 di Guest House Universitas Brawijaya.
Dikatakan profesi gizi perlu diayomi dalam sebuah komunitas yang kuat agar mampu mendukung pemerintah guna mencari solusi berbagai permasalahan gizi di Indonesia. Selain itu menurut dr. Samsul Islam, perlu ada perubahan pola pikir bahwa gizi bukan semata-mata urusan 'dapur'
Sementara Ketua AIPGI Prof dr Hamam Hadi MS ScD menyatakan pada wartawan , di Indonesia saat ini masih dijumpai persinggungan ilmu gizi dengan ilmu-ilmu lain, misalnya yang terjadi di rumah sakit antara dokter dengan ahli gizi. Hal ini menurut guru besar yang juga dosen Universitas Gadjah Mada itu lebih disebabkan karena historis dunia kedokteran yang notabene lebih tua usianya dibanding ilmu lainnya. "Dokter di masa lalu identik dengan dokter yang harus menguasai tiga ilmu sekaligus, ilmu kedokteran, ilmu farmasi dan ilmu gizi. Namun demikian sesuai perkembangan jaman, dunia kedokteran pun punya keterbatasan. Untuk hal-hal tertentu seperti, makanan apa yang harus dikonsumsi guna memenuhi asupan gizi tertentu, bukan dokter yang paham secara detil tentang itu, tetapi ahli gizi", ujarnya
Materi yang diberikan diantaranya Performa Instruktur menurut Standar BNSP oleh Agus Sutarna SKep MNSc dari Komisi Sertifikasi BNSP, PBL for Dietary Internship oleh Nia Novita Wirawan MSc, serta Asuhan Gizi dengan NCP dan MNT oleh Dr dr Achmad Rudijanto SpPD Ked. Sedangkan pesertanya diantaranya dari UB, Universitas Diponegoro, Institut Pertanian Bogor, Universitas Gadjah Mada, UMS, Poltekes Malang, Poltekes Kupang, Poltekes Denpasar, dan RSUD Kanjuruhan. (ard)

Istri Walikota Sambut Baik Kegiatan FKUB


Ny. Heri Puji Peni Suparto istri walikota dan Kepala Dinas Kebersihan Dan Pertamanan Drs. Wasto saat melihat warga memperagakan pembuatan kompos binaan UPPM FKUB

Media Center, FKUB
Kegiatan Unit Pengembangan Pengabdian kepada Masyarakat (UPPM) Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya (FK-UB), Minggu (10/01) berjalan cukup baik. Dihadiri oleh Ny. Heri Puji Peni Suparto istri walikota Malang serta kepala Dinas Kebersihan dan Pertamanan Kota Malang Drs. Wasto, Kegiatan Jalan Sehat dan Bazar Produk Ramah Lingkungan, yang dipusatkan di Balai RW 06 Kelurahan Tanjung Rejo Kecamatan Sukun ini merupakan bagian akhir dari rangkaian program pengabdian masyarakat mengenai pengelolaan sampah dan penanaman sayur di kawasan tersebut.
Ny. Heri Puji Peni Suparto menyambut baik kegiatan Pengabdian masyarakat yang diselenggarakanm FKUB dengan masyarakat. " saya menyambut baik kegiatan dari FKUB, semoga ditindak lanjuti," tutur Ny. Heri Puji Peni Suparto pada Media Center usai memberikan sambutan

Dikatakan Lilik Zuhriyah, SKM. MKes selaku penanggung jawab kegiatan menyampaikan Kegiatan diawali pukul 06.00 - 07.30 WIB yang dilanjutkan dengan bazar aneka produk ramah lingkungan. Berbagai produk tersebut diantaranya kompos, komposter, produk dan benih pertanian organik, kreasi daur ulang serta aneka jajanan sehat. Peserta bazar adalah warga dari kelurahan yang mendapatkan pendampingan dari UPPM yang meliputi Kelurahan Bunul Rejo dan RW 06 Kelurahan Sukun. Selain itu, turut serta juga pengusaha lokal pertanian organik, perguruan tinggi di Malang, anak jalanan Muharto serta warga Perum Bukit Cemara Tidar.
Selain itu juga dilanjutrkan dengan Dalam pelatihan pembuatan kompos dan kreasi daur ulang. Pelatihan ini dapat diikuti secara gratis dengan mendaftar terlebih dahulu saat acara berlangsung. Seorang kader lingkungan dari .
Dikatakan Lilik Program Pembuatan Kompos dari Sampah Rumah Tangga dan Penanaman Sayuran di Pot Sebagai Solusi Tempat Pembuangan Sampah Liar (TPSL) ini dikoordinir oleh Dr. Rer. Nat. Tri Yudani Mardining R, S.Si, M.Sc, dosen FKUB dan dimulai sejak April 2009 hingga saat ini. Program ini memiliki beberapa tujuan yaitu meningkatkan kesadaran masyarakat tentang lingkungan hidup sehat dan bahaya pembuangan sampah liar, memberdayakan masyarakat terutama ibu rumah tangga untuk turut serta mengurangi masalah sampah dengan mengelola sampah keluarga, memberdayakan masyarakat dalam pengelolaan sampah organik dan anorganik, memberdayakan masyarakat menciptakan kesan hijau di sekeliling rumah dengan menanam sayur serta mengurangi secara bertahap aktivitas pembuangan sampah ke TPSL.
Sasaran dari program ini adalah ibu-ibu PKK, tokoh masyarakat, karang taruna dan petugas kebersihan.(ard)

Selasa, 05 Januari 2010

PPDS I Dijamin Kualitasnya Diatas S2 Rektor Terima 51 Maba PPDS I


Sambutan Prof.Dr.Yogi Sugito Rektor Unibraw (ard)



Para peserta dan undangan Penerimaan PPDS I (ard)

Media Center, FKUB
Pogram Pendidikan Dokter Spesialis ( PPDS) I sudah tidak perlu diragukan lagi kualitasnya, Karena kalau dibandingkan Pasca Sarja (S2) kurang dari 40 SKS , sedangkan PPDS I sudah melampoi 40 SKS. tentunya masih perlu dipicu lagi kualitas karena FKUB sudah tidak bisa lagi hanya melihat di pendidikan lokal, " tapi harus mampu bersaing di dunia Internationalm dalam Menyongsong Free Trade Area ASEAN plus China pada Januari ini,” Tandas Dekan FKUB Dr. dr. Samsul Islam, SpMK, MKes dalam sambutanya dalam penerimaan 51 mahasiswa baru PPDS I, yang diterima langsung oleh Rektor Unibraw Prof. Dr. Yogi Sugito
Tentunya bukan hanya barang saja, tapi juga jasa profesional dokter juga akan bersaing dengan dunia luar. Hal senada juga disampaikan Rektor Unibraw Prof. Dr. dr. Yogi Sugito, bahwa saat ini sudah waktunya Unibraw berkonsentrasi dengan program S2 serta PPDS I ini, karena untuk S1 sudah cukup, bahkan dari Dirjen Dikti juga menyarankan, bahwa dengan adanya akreditasi A Unibraw serta masuk dalam 500 besar perguruan tinggi terbaik di dunia sudah saatnya untuk mampu bersaing di tingkat global. Tentunya dirinya menyambut baik PPDS I ini, karena dianggap sangat mendukung dari Program UB untuk kembangkan Program Pasca Sarjana. Disinggung juga dalam penerimaan tenaga dosen kemarin untuk PPDS I, belum ada yang berani mendaftar, sehingga masih tetap menggunakan tenaga dosen yang ada.Oleh, karenanya dengan semakin banyak tenaga kesehatan lulusan PPDSI akan mempermudah untuk mencari tenaga dokter spesialis di FKUB.
Ditambahkan paradigma baru pendidikan di Indonesia yang penting untuk tetap disikapi diantaranya bermutu, efisien, dan merata". Mutu atau kualitas pendidikan tinggi tidak bisa ditawar lagi karena terkait erat dengan output yang dihasilkan.
Pendidikan tinggi juga harus efisien. Menurut Rektor, perencanaan pendidikan harus dibuat seefisien mungkin dari sisi kurikulumnya. "Hal ini bukan karena mahasiswa harus lulus cepat saja, tetapi karena memang dia sudah dibutuhkan dengan mendesak di masyarakat", ungkapnya.
Pendidikan tinggi juga harus merata untuk semua lapisan masayarakt dan dari berbagai macam daerah. "UB memiliki sejumlah 30% mahasiswa yang berasal dari luar Jawa Timur. Menurut Dikti, jumlah ini yang tertinggi', tuturnya.
Dr.Achmad Thamrin ,Sp.JP , Direktur RS Saiful Anwar (RSSA) menyampaikan bahwa Rumah sakitnya kini telah mengantongi sertifikat ISO 9001/2008 terbaru. Artinya secara kualitas RSSA telah sedemikian baiknya untuk melakukan pelayanan kesehatan maupun sebagai sarana pendidikan. "Rumah Sakit Saiful Anwar ibaratnya sekeping mata uang jika dilihat dengan Universitas Brawijaya. Ketika rumah sakit sudah berkualitas, dan fakultas kedokteran telah terakreditasi A, maka otomatis akan mampu memberikan layanan pendidikan yang berkualitas", tuturnya.
Sementara dari 51 mahasiswa PPDSI I baru 37 mahasiswa statusnya mandiri, 13 PPDS BK, dan 1 orang dari utusan daerah/TNI/POLRI.(ard)

.

Selasa, 29 Desember 2009

Dekan FKUB : Dr. dr.Samsul Islam, SpMK,MKes " Perlu Dimanfaatkan Peluang Beasiswa PPDS"


Dokter baru Peserta sumpah dokter di FKUB (ard)


Pose Bersama para dokter baru dengan pimpinan FKUB (ard)


Penandatangan sumpah dokter dihadapan pimpinan FKUB (ard)

Para Pesera Sumpah dokter (ard)

Tamu undangan Orang Tua Dokter baru yang mengikuti Sumpah dokter (ard)

Media Center, FKUB
Departemen Kesehatan Republik Indonesia akan mempercepat pemerataan pelayanan spesialistik din seluruh Indonesia, dengan memberI peluang berupa beasiswa PPDS dan sekaligus diangkat sebagai Pegawai Negeri Sipil di daerah.,” tutur Dekan FKUB Dr.dr. Samsul Islam, SpMK.Mkes dalam sambutanya dalam rangka pengucapan sumpah dokter (29/12) di Gedung Graha Medika belum lama ini.
Oleh, karenanya Dekan meminta agar kesempatan untuk mendapatkan beasiswa bisa di manfaatkan dengan sebaik-baiknya. Disampaikan juga bahwa Ujian Kompetensi Dokter Indonesia (UKDI) terakhir peserta Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya (FKUB) Malang bisa lulus 100%, sedangkan semenjak tahun 2009 bagi peserta UKDI kebijakan uji modul bagi peserta yang tidak lulus uji tulis dua kali diberi kesempatan untuk ujian modul telah dihapuskan dan hanya diperbolehkan uji tulis ulangan , sesuai dengan data yang ada bahwa peserta yang tidak lulus sampai dua kali sangat rendah, oleh karenanya mengharapkan pada seluruh alumni untuk betul-betul mempersiapkan diri dan bisa lulus pada UKDI nanti.
Secara terpisah dr. Achmad Thamrin , Sp.JP dalam sambutanya menyampaikan bahwa RSU Dr. saiful Anwar Malang menjadi tempat pembelajaran dalam menempuh pendidikan profesi dokter, oleh karenanya RSU merupakan institusdi yang padat dalam banyak aspek mulai dari padat modal,padat teknologi,padat progfesi, padat system, padat mutu, padat6 resiko sampai padat masalah keluhan di masyarakat.Olehm,karenanya para dokter sebagai pendukung hasil layanan diperlukan kebijakan diantarannya melindungi konsumen terhadap globalisasi, menjamin pelayanan yang profesional, meningkatkan kemampuan para pelaku pelayanan , menunjang pengkajian terhadap Evidence Based Medicine (EBM) serta memacu kesediaan layanan di rumah sakiot yang bermutu.
Sementara Dr.dr.karyono Mintaroem, SpPA Ketua jurusan Program Pendidikan Dokter menyampaikan, bahwa sumpah dokter diikuti sekitar 39 orang hasil yudiasium dokter pada 17 Desember 2009 yang lalu, sedeangkan sumpah ini merupakan syarat untuk mengikuti UKDI dan selanjutnya akan memperoleh Surat Tanda Registrasi (STR) sedangkan untuk dokter yang memperoleh predikat cum laude diantaranya dr.Perdana Aditya rahman , Sked IPK 3,69, dr.Dian hapsari, S.Ked IPK 3,65, dr.Joko Agus Gunawan , S.Ked IPK 3,64 dan terakhir dr.Skolastika Rani Febrianti, S.Ked IPK 3.54 (ard)

Senin, 28 Desember 2009

Mulai Digulirkan Bursa Pilrek Unibraw



Media Center, FKUB
Masa jabatan Prof. Dr. Yogi Sugito Rektor UB yang akan berakhir bulan Juni 2010 mulai dilaksanakannya penjaringan dan pertimbangan calon rektor periode 2010-2014. Panitia telah dibentuk sesuai keputusan rektor.Sesuai SK Rektor UB Nomor 418/SK/2009 tertanggal 23 Desember 2009 tentang Panitia Penjaringan Dan Pertimbangan Calon Rektor Universitas Brawijaya Periode Tahun 2010-2014, nama-nama panitia adalah sebagai berikut: Prof.Dr.Ir.Abdul Latief Abadi (Ketua), MS; Didied Poernawan Affandy,SE.,MBA.,Ak (Wakil Ketua); Dr.Ir.Achmad As'ad Sonief,MT (Sekretaris). Anggota-anggota panitia adalah sebagai berikut: A. Dimyati, SH.,M.Hum; Drs. Heru Susilo, MA; Dr.Ir. Nuhfil Hanani AR.,MS; Ir. Endang Setyowati,MS; Dr.dr.Karyono Mintaroem,SpPA; Dr.Ir.Agus Tjahyono,MS; Dr.Ir.Chasan Bisri; Dr.Bambang Dwi Argo, M.Sc.,DEA; Dr.Drs.Suryadi,MS; Prof.Dr.Ir.Henny Pamoedyo,MS; Prof.Dr.Ir.Diana Arfiati,MS; dan Prof.Dr.Ir.Sri Murni Dewi,MS.
Untuk selanjutnya panitia akan melaksanakan tugas menginventarisasi data nama-nama calon rektor; mengirimkan dan menerima formulir kesediaan dicalonkan menjadi rektor; menyusun jadwal pelaksanaan penjaringan dan pertimbangan; melaksanakan kegiatan penjaringan dan pertimbangan; serta melaporkan hasilnya kepada rektor.
Kelengkapan Calon
Kelengkapan calon rektor terdiri atas: (a) surat pernyataan kesediaan sebagai rektor; (b) surat pernyataan kesediaan pengunduran diri dari jabatan lainnya jika terpilih jadi rektor; (c) daftar riwayat hidup yang ditandatangani asli; (d) foto copy Daftar Penilaian Pelaksanaan Pekerjaan (DP3) Pegawai Negeri Sipil tahun terakhir; (e)foto copy kartu pegawai; (f) foto copy surat keputusan dalam pangkat terakhir; (g) foto copy surat keputusan dalam jabatan terakhir; (h) foto copy ijazah terakhir; (i) ringkasan program kerja (maksimum 2 halaman folio); (j) foto ukuran post card berwarna; (k) kesanggupan menjalani test kesehatan pada tanggal 4 atau 5 Januari 2010 di Poliklinik UB jam 08.00 - 12.00.
Jadwal
Berikut adalah jadwal kegiatan penjariang dan pertimbangan calon rektor UB periode tahun 2010-2014. Senin (28 Desember 2009), mulai pendaftaran calon dan seleksi, borang dikirim. Senin-Selasa (4-5 Januari 2010), test kesehatan calon definitif di poliklinik UB. Selasa (5 Januari 2010), akhir pendaftaran calon dan seleksi (jam 14.00). Selasa (5 Januari 2010), pengumuman calon definitif (jam 16.00). Rabu (6 Januari 2010), pemaparan program kerja untuk umum (di Widyaloka). Kamis (7 Januari 2010), penjaringan. Senin (11 Januari 2010), pemaparan program kerja (pleno senat). Selasa (12 Januari 2010), pemilihan rektor (pleno senat). Jum'at (15 Januari 2010), pengiriman nama-nama calon rektor ke Mendiknas. [ard]

Selasa, 22 Desember 2009

Program Kedokteran Hewan FKUB Adakan Pengenalan Kesehatan Hewan Pada Siswa SD




Media Center, FKUB
Memperingati Dies Natalies Universitas Brawijaya (UB) ke-47, Program Kedokteran Hewan (PKH) menyelenggarakan kegiatan pengabdian masyarakat pada siswa Sekolah Dasar (SD) Dharmawanita UB. Kegiatan yang diselenggarakan pada Sabtu (12/9) ini mengambil tema "Pengenalan Kesehatan Hewan Sejak Dini pada Siswa SD". Turut hadir dalam kesempatan tersebut, segenap dosen, mahasiswa dan pimpinan PKH-UB serta perwakilan mahasiswa Fakultas Kedokteran Hewan se-Indonesia.
Malam harinya, berpusat di Gazebo, digelar Malam Inaugurasi PKH-UB, yang dibuka oleh Rektor, Prof. Dr. Ir. Yogi Sugito. Seluruh kegiatan ini merupakan bentuk peringatan "World Rabbies and Zoonosis Day 2009" yang tahun ini mengambil tema "Membangun Masa Depan Indonesia Bebas Rabies dan Penyakit Zoonosis".
Turut hadir dalam malam puncak acara ini, praktisi dokter hewan dari Perhimpunan Dokter Hewan Indonesia (PDHI) Jatim II dan Ketua Umum Pengurus Besar PDHI Pusat Jakarta, drh. R.D. Wiwiek Bagja yang juga memberikan materi dan perkuliahan tamu ke-2 kepada Mahasiwa PKH-UB angkatan 2008-2009. [jj]

Dekan FKH Unair Memberikan Kuliah Tamu di Kedokteran Hewan FKUB



Media Center, FKUB
Program Kedokteran Hewan mengadakan kuliah tamu Ethologi dan Zooteknik, Senin (14/12). Dekan Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Airlangga (Unair) Prof. Hj. Romziah S.B., drh. Ph.D. menjadi narasumber dalam acara tersebut.
Perkuliahan dengan tema Animal Behavior ini menekankan aspek pola perilaku hewan kaitannya dalam peningkatan produktifitas dari hewan tersebut.
Menurut Prof. Romziah, Ethologi adalah seragkaian tingkah laku hewan baik secara individu maupun kelompok. Manusia harus mampu memahami karakter hewan yang muncul ketika terjadi perubahan dari lingkungan eksternal maupun internal, sebagai contoh hewan paling mudah mengingat sesuatu yang buruk yang terjadi pada dirinya. Peran seorang dokter hewan dalam hal ini harus mampu mendiagnosa ketidaknormalan pada hewan, mengetahui evaluasi mengenai produktifitas, sifat alamiah dari hewan sampai mengenali suara hewan yang sedang sakit dengan metode identifikasi.
Zooteknik menurutnya adalah sebuah metode identifikasi jenis hewan, berasal dari ras / golongan, dari mana berasal, Prediction Of Body Weight, Prediction of Age baik secara tradisional maupun modern.
Selain Prof. Romziah, turut hadir dalam perkuliahan tamu tersebut dosen PKH dan praktisi dokter hewan drh.Pandu Tribakti, Dr. Agung Pramana W.M., S.Si, MS. [js]

" Prevent And Control Diabetes With Healthy Diet" Dikemas Dalam Seminar Nasional Gizi Ormagika FKUB



Media Center, FKUB
Pola makan yang salah akan berakibat fatal bagi penderita diabetes mellitus. Jika hal itu terjadi, maka penyakit ini akan sangat sulit disembuhkan. Tentunya hal ini akan berimbas pada tingginya biaya yang harus dikeluarkan untuk pengobatan. Memahami dan mengetahui jenis-jenis makanan apa saja yang boleh dan tidak boleh bagi penderita diabetes mellitus merupakan salah satu cara yang dapat dilakukan untuk menghindari pola makan yang salah.
Demikian terangkum dalam Seminar Gizi Nasional: Prevent & Control Diabetes With Healthy Diet yang digelar oleh Organisasi Mahasiswa Gizi dan Kesehatan (Ormagika) Fakultas Kedokteran UB, Minggu (20/12). Martalena br Purba, MCN, PhD dari Instalasi Gizi RS Dr Sardjito Yogyakarta menyampaikan, kurang gizi dan kelebihan gizi (kelebihan berat badan) sama-sama meningkatkan resiko kena diabetes. Kurang gizi (malnutrisi) dapat merusak pankreas, sedangkan obesitas (gemuk berlebih) mengakibatkan gangguan kerja insulin (retensi insulin).
Martalena yang juga menjabat sebagai DPP Asosiasi Dietisien Indonesia (AsDI) menganjurkan kepada setiap orang untuk melakukan deteksi dini terhadap penyakit ini. Pola makan hidup sehat sangat penting karena penderita diabetes memang sangat rentan terhadap konsumsi beberapa jenis makanan tertentu.
37 Tahun Bersama Diabetes
Seminar kali ini juga menghadirkan Matdrakup Satya P. (71), Pandu Diabetes Tingkat Nasional. Sejak tahun 1974, Matdrakup telah menderita diabetes. Otomatis sejak saat itu hingga sekarang ia hidup bersama diabetes.
Kepada audiens Matdrakup menceritakan bagaiman gaya hidup tidak sehat ia kerjakan sebelum ia mengetahui bahwa dia telah mengidap penyakit itu. Makan tidak teratur, mengkonsumsi junk food, dan tidak menyukai sayur. Aktivitasnya sebagai seorang instruktur/tutor juga menyebabkan waktu istirahatnya tidak teratur.
"Akhirnya saya sadar harus mengubah setiap pola hidup yang buruk itu. Mulai saat itu saya aktif berkonsultasi dan istri saya berubah menjadi PM alias polisi makanan", ceritanya disambut tawa hadirin.
Ia menceritakan bagaimana ia secara ketat mengatur konsumsi makanan. "Kalau makan harus 3 J, harus mikir jenisnya, jumlahnya dan jadwal makannya", ungkapnya.
Usahanya tidak sia-sia, dengan usaha seperti itu, hingga saat ini Matdrakup masih bisa sehat. "Diabet ibaratnya teman, tapi dia tidak mau saya tinggal kemanapun saya pergi. Tapi prinsipnya, jangan dia yang pegang tangan kita, tapi kita yang pegang diabet ini agar kita bisa mengendalikannya", tuturnya bijak.
Peringatan Global
Guest Star dalam seminar kali ini adalah healthy chef Edwin Lauw yang juga host acara Healthy Food di MetroTV. Edwin mengemukakan pentingnya perhatian masyarakat terhadap penyakit yang satu ini. "Diabetes Mellitus ini adalah peringatan global untuk dunia kesehatan", tuturnya.
Menurutnya, di Indonesia yang penduduknya banyak mengkonsumsi tepung, ancaman diabetes semakin besar. Hal ini dikarenakan produk tepung-tepungan memiliki kandungan karbohidrat yang sangat tinggi. Selain produk tepung-tepungan, bahan-bahan yang mengandung karbohidrat tersebut dapat ditemui pada produk-produk pemanis, junk food, makanan ringan, sereal, bahkan energy drink.
Menurut Edwin, masyarakat harus mengimbangi pola makan dengan banyak mengkonsumsi makanan-makanan seperti kacang-kacangan, bawang, umbi-umbian, mangga, pare, produk berbahan oat, atau kayu manis. "Menjaga pola makan saja tidak cukup, harus juga diperhatikan pola latihan dan pola istirahat", ungkapnya. (js/hm]

Kamis, 17 Desember 2009

Sekitar 39 Dokter Ikuti Yudisium Di FKUB


Peserta yudisium dokter berpose bersama Dr. dr. Karyono Montaroem, Sp.PA Ketua jurusan Program Pendidikan Dokter,PDI FKUB Prof.Dr.Edi Widjajanto,MS,SpPK,PD III dr.M. Hanafi MPH serta perwakilan RSU Saiful Anwar Malang (ard)



Dokter para peserta yudisium di FKUB


Media Center, FKUB
Peningkatan mutu serta kualitas perlu dilakukan agar para dokter bisa lolos dalam seleksi Uji Kompetensi Dokter Indonesia (UKDI),” tentunya berbagai persiapan harus dilakukan serta ikuti sejumlah pelatihan ataupun try out , sehingga bisa mencapai nilai maksimal,”tandas Pembantu Dekan I Prof.Dr.Edi Widjajanto,MS,SpPK dalam sambutanya mewakili dekan FKUB pada Yudisium Dokter, di lantai 6 Gedung pusat FKUB Kamis (17/12) belum lama ini.
Disampaikan Prof. Edi, bahwa untuk mendapatkan kelulusan di UKDI tidak mudah, bahkan dalam ujian sebelumnya FKUB mengirimkan 42 dokter untuk ikut ujian tertinggal 2 dokter, oleh karenanya sebelum mengikuti ujian harus dipersiapkan dengan baik dan selalu mengikuti sejumlah pelatihan yang dilakukan oleh FKUB.
Secara terpisah Dr. dr. Karyono Montaroem, Sp.PA Ketua jurusan Program Pendidikan Dokter mengatakan, bahwa jumlah peserta yudisium saat ini sekitar 39 orang dokter, setelah dilakukan yudisium nantinya peserta akan mengikuti sumpah dokter, tentunya untuk saat ini mereka masih perlu banyak belajar, karena harus menghadapi ujian kompetensi dokter Indonesia sebelum melakukan praktek di masyarakat. (ard)

Selasa, 08 Desember 2009

PP Perdosi Percayakan FKUB Sebagai Pusat Pendidikan Dokter Saraf



Media Center, FKUB
Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya dipercaya oleh PP Perdossi (Perhimpunan Dokter Spesialis Saraf Indonesia) sebagai salah satu pusat pendidikan dokter spesialis saraf. Dengan demikian, FKUB akan diperbolehkan mengembangkan penelitian dan pengobatan dengan sistem cell dalam kaitannya dengan gangguan system saraf seperti Parkinson, stroke, cerebral palsy, dan lain-lain.
Selain FKUB yang akan menjadi pusat penelitian dan pengembangan stemcell tersebut adalah FKUI,FK Unhas, FK Unsrat dan FK Unpad.seperti disampaikan Ketua PP Perdossi Prof Dr dr Yusuf Misbach SpS(K) dalam kunjungannya ke UB Rabun(2/12) belum lama ini.
Diungkapkan juga Direncanakan oleh PP Perdossi kerjasama akan dilaksanakan dengan Stempeutic laboratoriumoratorium dari manipal foundation di malaysia. Manipal foundation adalah suatu badan yang mempunyai divisi pendidikan, penelitian dan pengembangan terapi. Salah satu dari sub badan tersebut adalah stempeutic yang laboratorium oratorium pusatnya berada di malaysia.Saat ini mereka sedang mengembangkan penggunaan stem cell untuk penanganan pasien stroke.
Seperti diketahui bersama stroke merupakan penyebab kematian nomer 3 di dunia dan penyebab kecacatan no 1 di dunia yang angka kejadiaanya diprediksi akan semakin meningkat sehingga diperlukan suatu usaha yang komprehensif dalam penaganan penyakit ini.
Salah satu dasar pemilihan FKUB oleh PP Perdossi dikarenakan FKUB sudah memiliki Stroke unit yang tugasnya tidak hanya melayani pasien stroke tetapi juga mempunyai peran melakukan pengembangan dan penelitian mengenai stroke, FKUB sudah memiliki laboratorium oratorium biomedik yang juga sudah mulai mengembangkan penelitian mengenai sistem cell.
tim PP Perdossi yang langsung dipimpin oleh Ketua PP Perdossi Prof Dr dr Yusuf Misbach SpS(K) dan sekjen PP Perdossi dr Lyna Soertidewi,Mepid,SpS(K) dan anggota tim dr Amanda,SpS(FKUI),dr Yetti,SpS(K) (FKUI),dr Thamrin,SpS(K) (FK Unpad),dr Eko Arisetijono,SpS(FKUB),dr Ashari Bahar,SpS (FK Unhas) dan dr Herlyani Khosama,SpS (FK UNSRAT) mengunjungi laboratoriumoratorium pusat stempeutic laboratorium moratorium di Kuala Lumpur Malaysia, untuk melihat dan mempelajari fasilitas laboratorium yang ada dan membicarakan secara mendalam kemungkinan kerjasama dalam pengembangan stem cell di beberapa universitas pusat pendidikan dokter spesialis saraf di Indonesia. Dalam kunjungan tersebut disepakati akan menindaklanjuti secara serius kerjasama dengan Universitas dan RS Pendidikan yang sudah direkomendasikan oleh PP Perdossi. Untuk itu diharapkan beberapa pusat pendidikan dokter spesialis saraf di indonesia segera berkoordinasi dengan pimpinan fakultas dan pimpinan universitas,mengenai kerjasama ini. Direncanakan akan ada kunjungan balasan dari pihak Manipal pada bulan januari untuk membicarakan secara lebih seksama bentuk kerjasama tersebut dan diharapkan kerjasama sudah bisa terealisasi dalm waktu yang tidak terlalu lama.[jj]

Rektor UB Wisuda 44 Dokter & 1085 Wisudawan Yang lain


Prof.Dr. Ir. Yogi Sugito Rektor Universitas Brawijaya (ard)

Media Center, DFKUB
Sekitar 44 orang mahasiswa fakultas kedokteran Universitas Brawijayan dan dr Hadianto Gunawan PS Pendidikan Dokter mendapatkan IP tertinggi di lingkungan FKUB dengan, IPK 3.85 mereka diwisuda oleh Rektor Universitas Brawijaya (UB) bersama dengan 1085 wisudawan UB yang lain dari berbagai program study diantaranya program Diploma, Sarjana dan Pascasarjana. Wisuda periode II tahun akademik 2009/2010 itu berlangsung di Gedung Samantha Krida UB. Para wisudawan terdiri dari Fakultas Hukum 160 orang, Fakultas Ekonomi 131 orang, Fakultas Ilmu Administrasi 182 orang, Fakultas Pertanian 119 orang, Fakultas Peternakan 42 orang, Fakultas Teknik 111 orang, , Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan 44 orang, Fakultas MIPA 126 orang, Fakultas Teknologi Pertanian 47 orang, Fakultas Ilmu Sosial 18 orang dan Fakultas Ilmu Budaya 64 orang. Dari jumlah itu, sebanyak 221 orang lulusan program diploma, 682 orang merupakan lulusan program sarjana, dan 182 lulusan program pascasarjana.
Pada kesempatan itu rektor juga memberikan ucapan selamat kepada wisudawan dengan predikat terbaik. Berikut adalah para wisudawan dengan predikat terbaik: 1) Program Diploma: Candy AMd (PS Bahasa Jepang, IPK 3.93), Debby Firmanti AMd (PS Akuntansi, IPK 3.74), Annik Nurhayati AMd (PS Kesekretariatan, IPK 3.85), Lu'Lu'Ul Siya Solikha AP (PS Hortikultura, IPK 3.90), Dyah Tri Puspitasari AMd (PS Arsitektur Pertamanan, IPK 3.65), dan Ridho Satya Harpawan AMd (PS Analisis Kimia, IPK 3.63). 2) Program Sarjana: Anandika P. Nugraha SS (PS Sosiologi), Dewa Ayu Putu Eka SH (PS Ilmu Hukum, IPK 3.62), Putri Karismawati SE (PS Akuntansi, IPK 3.66), Erika Damayanti SAB (PS Ilmu Administrasi Bisnis, IPK 3.68), Tri Rakhma Setio A SP (PS Pemuliaan Tanaman, IPK 3.86), Lailatul Akhadiah SPt (PS Nutrisi dan Makanan Ternak), Wasiska Iyati ST (PS Arsitektur, IPK 3.72), dr Hadianto Gunawan (PS Pendidikan Dokter, IPK 3.85), Eko Fitrianingsih SPi (PS Sosial Ekonomi Perikanan, IPK 3.65), M Hilman Fuadil Amin SSi (PS Biologi, IPK 3.68), Merina Sofrida STP (PS Teknologi Industri Pertanian, IPK 3.55), dan Rochma Widia Lestari SIKom (PS Ilmu Komunikasi, IPK 3.61). 3) Program Pascasarjana: Wahidin Mardiono Swantho ME MP (Magister PS Ilmu Ternak, IPK 4.00), dan Dr. Sirajuddin SH MH (Doktor PS Ilmu Hukum, IPK 4.00).[ard]

Minggu, 06 Desember 2009

Diseminarkan Peran Dokter Keluarga Dalam Pelayanan Kesehatan Primer


Dekan FKUB Dr.dr. Samsul Islam, SpMK, MKes (jj)

Media Center, FKUB
Konsep dokter keluarga telah tercantum dalam sistem kesehatan nasional 2004. Penerapan konsep dokter keluaga dalam pelayanan kesehatan tingkat pertama mempunyai implikasi sistem dan model pelayanan yang diselenggarakan saat ini. Hal itu disampaikan Dr.dr. Samsul Islam, SpMK, MKes Dekan Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya (FKUB) dalam sambutan pembukaan seminar dan sosialisasi peran dokter keluarga dalam pelayanan kesehatan primer belum lama ini.
Paradigma penyelenggaraan layanan kesehatan saat ini harus berubah, dimana saat ini untuk menyelesaikan permasalahan kesehatan perorangan lebih berorentasi pada pada klien dan penekanan pelayanan kuratip akan berubah keorientasi klien sebagai bagian dari keluarga dan komunitas sehingga pelayanan kesehatan yang dibnerikan pada tingkat pertama akan bersifat menyeluruh terpasdu dan berkesinambungan ( holistic dan komprehensip) serta pemberian pelayanan seimbang anatara pelayanan kesehatan kuratip rehabilitatip dengan pelayanan kesehatan promotip preventip yang selama ini dirasakan masih kurang mendapat perhatian.
Secara terpisah disampaikan dr. Nanik Setijowati , Mkes salah satu panitia seminar menyampaikan bahwa berberapa pemateri yang mengisi acara seminar dokter keluarga diantaranya Ketua IDI Malang dengan materi kebijakan pengembangan profesi dokter keluarga, Kadin Kesehatan Kab Malang materi percepatan pengembangan sistem pelayanan kesehatan primer berbasis dokter keluarga, sedangkan dr. Jack Roebijoso, MSc.OM memberikan materi pengertian konsep dan model managemen pelayanan kesehatan dokter keluarga. Selanjutnya dilakasanakan diskusi kelompok dan pembentukan forum komunikasi dokter keluarga yang dipandu oleh dr.Harun Al Rasyid, MPH. (ard)

Selasa, 01 Desember 2009

Prof.Dr.Edi Widjajanto,MS,SpPK : " Berkorban Wujud Ketaatan Pada Allah "



Prof.Dr.Edi Widjajanto,MS,SpPK Pembantu Dekan I FKUB saat memberikan sambutan dalam rangka Hari Raya idul 1430 H di FKUB (ard)




Dr.dr.Setyawati S.Karyono,MKes Pembantu Dekan I FKUB saat menyerahkan sapi korban pada warga Wagir Kab Malang (eas



Media Center, Fkub
Berkorban sebagai wujud ketaatan kita pada Allah Swt. Kalau dulu nabi Ibrahim diminta untuk menyembelih ismail, karena ketaatannya mereka juga mau berbakti pada Allah.Ternyata akhirnya digantikan oleh kambing, yang saat ini dilaksanakan oleh seluruh umat Allah di dunia. Hal itu merupakan tes dari orang –orang dekat Allah terhadap perintah-perintahnya. Hal itu sekelumit ungkapan Prof.Dr.Edi Widjajanto,MS,SpPK Pembantu Dekan I FKUB dalam memberikan sambutan pelaksanaan Hari raya Idul Adha 1430 H di kampus FKUB kemarin Sabtu (28/11) belum lama ini.
Dijelaskan Profesor Edi berkorban kambing atau sapi itu merupakan sebuah wujud ketaatan kita kepada Allah, begitu juga dengan panitia yang mendapatkan amanah untuk menyalurkan daging korban harus betul-betul tepat sasaran, karena itu ada pertanggung jawabannya baik di dunia maupun di akherat nanti.
Masih disampaikan Prof. Edi tentunya dengan semakin luasnya wilayah penyaluran daging korban dan semakin bertambahnya orang yang mempercayakan diri untuk berkoban pada FKUB merupakan satu prestasi yang baik, karena kepercayaan itu cukup mahal dan bisa dipergunakan dengan sebaik mungkin.
Sementara menurut Dr. Bambang Prijadi,MS selaku ketua panitia idul korban menyampaikan bahwa jumlah kambing korban sekitar 28 ekor sedangkan sapi 3 ekor untuk penyaluranya 1 sapi dikirim ke Kecamatan Wagir dan 1 kwe desa Sanan Kerto Kecamatan Turen sedangkan yang satu ekor dosembelih di FKUB untuk karyawan FKUB yang membutuhkan, sedangkan 28 ekor kambing disebar dibeberapa tempat di Malang untuk masyarakat yang membutuhkanya. (ard)

Minggu, 22 November 2009

FKUB AWARD MOTIVASI MAHASISWA BERPRESTASI



Salah seorang peserta yang mendapatkan award dengan IPK terbaik (ve)


Presiden Bem FKUB Ardhan Prahara Putra saat membacakan pemenang Award (ve)

Media Center, FKUB
Dengan Semangat Pemuda, Kita Wujudkan Tenaga Kesehatan Sebagai Motor Penggerak Pembangunan Bangsa. Kalimat itu terpampang jelas pada spanduk kegiatan FK UB Award yang diselenggarakan Lembaga Studi Ilmiah Mahasiswa Fakultas Kedokteran UB, Minggu (22/11) pukul 08.00 WIB di Gedung Graha Medika FK UB.
FK UB Award diselenggarakan dengan tujuan memberikan motivasi kepada mahasiswa untuk terus berprestasi di bidangnya masing-masing. Banyak kategori yang dilombakan pada acara ini, diantaranya mahasiswa pelopor pemuda wirausaha, mahasiswa dengan IPK terbaik masing-masing jurusan dan semester, mahasiswa teladan, mahasiswa berprestasi dibidang Penalaran, mahsiswa berprestasi bidang olahraga, serta dosen dan karyawan berprestasi.
Menurut ketua pelaksana, Eko Aprianto, penilaian pemenangnya berdasarkan tiga kriteria yaitu tema, personality, dan kemampuan peserta menjawab pertanyaan sesuai dengan kategori saat interview.
Eko menjelaskan banyak mahasiswa dan dosen yang belum paham acara ini, sehingga responnya kurang begitu dahsyat. Hal ini terlihat dari jumlah peserta yang tidak sesuai target. “Tapi paling tidak, ketika tadi dr. Hanafi,MPH Pembantu Dekan III FKUB yang membuka acara selaku perwakilan dekan hadir dan mengetahui format kegiatan ini sehingga beliau menyarankan agar tahun depan FK UB Award ini diadakan bersamaan dengan Diesnatalis, saya cukup senang karena kegiatan ini telah mendapat dukungan untuk dilaksanakan secara berkelanjutan”, imbuhnya.
Kegiatan yang baru pertama kalinya diadakan ini, diformat layaknya penganugrahan Piala Oscar, yang ditandai dengan adanya red karpet serta pembaca nominasi yang berasal dari kalangan pejabat organisasi intra Fakultas Kedokteran.
Di temui di tempat yang sama, Ardhan Prahara Putra selaku Presiden Mahasiswa BEM Fakultas Kedokteran UB, berharap kegiatan ini mampu membuka mata seluruh civitas akademika Universitas Brawijaya bahwa mahasiswa kedokteran tidak hanya identik dengan kutu buku, namun juga memiliki segudang prestasi non akademik yang mampu memberikan insprirasi bagi pemuda dan mahasiswa lainnya untuk turut serta menorehkan prestasinya.(Ve)

JFest FK UB Untuk Indonesia



para peserta Workshop Multimedia Animasi FKUB (ve)

Media Center, FKUB
Minggu (22/11), BEM Fakultas Kedokteran Brawijaya melalui Lembaga Pers Mahasiswanya mengadakan JFest tahun ketiga. Kegiatan bertema bersatulah Indonesiaku dan tunjukkan jati dirimu, memiliki tiga kategori lomba yaitu Mading 3 Dimensi, Video Reportase, dan Desain Poster. Selain itu ada pula Workshop Multimedia Animasi yang pesertanya berasal dari berbagai kalangan.
Ditemui di sela-sela kesibukannya Era Fajar, ketua pelaksana JFest mengatakan kegiatan yang bertempat di gedung FAAL RK 1-3 ini, tujuan utamanya adalah membentuk pribadi yang kreatif dan kompetitif sehingga mampu memotivasi diri sendiri untuk berprestasi. “Kegiatan ini dimulai pukul 09.00 WIB tadi, pesertanya 11 tim dari SMA untuk Mading 3 dimensi, 3 tim SMA dan 2 tim mahasiswa untuk video reportase, 9 mahasiswa untuk lomba poster, serta 25 peserta untuk workshop. Nantinya, tim juri akan menentukan pemenang 1, 2, dan favorit dari masing-masing kategori”, jelas mahasiswa semester lima jurusan Pendidikan Dokter ini.
Ketika ditanya seputar peluang juara, Edo selaku ketua tim pembuatan mading 3 Dimensi dari SMK Muhammdiyah Batu menceritakan bahwa timnya merasa pesimis bisa menang karena tim lawan biasanya memunculkan kejutan-kejutan diakhir waktu. Sedangkan timnya sudah maksimal membuat mading berbentuk rumah adat Joglo dan Tugu tua yang sudah tidak diperhatikan masyarakat dan pemerintah. Edo menambahkan terlepas dari siapapun yang menang, tim ini punya misi tersendiri yaitu memberikan pengertian kepada masayarakat bahwa budaya Indonesia adalah Jatidiri bangsa, sehingga wajib bagi semua untuk terus merawat dan melestarikannya. Semoga. (Ve)

Jumat, 20 November 2009

Dr.dr. Karyono Mintaroem,Sp.PA Tutup Panum Mahasiswa Angkatan 2005


kesan pesan salah seorang peserta Panum (red)


Dr. dr.Karyono Mintaroem , Sp,PA Kajur PPD & dr. Susanto Nugroho, SpA selaku ketua Panum serta penanggung jawab Labskill dr. Pudjo Sanjoto ,MKes.(ard)



Para Peserta Panum Angkatan 2005 (ard)


Dr. dr.Karyono Mintaroem , Sp.PA Serahkan sertifikat pada salah seorang peserta Panum (ard)

Media Center, FKUB
Dr. dr.Karyono Mintaroem , Sp,PA Ketua Jurusan Program Pendidikan Dokter FKUB menutup kegiatan Panum 2009 , Panum diikuti sekitar 123 mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya Program Pendidikan Dokter angkatan tahun 2005.Jumat (20/11) di Gedung Graha Medika Lantai I FKUB.
Setelah mengikuti Panum para mahasiswa akan melanjutkan untuk kerja praktek di Rumah Sakit Saiful Anwar Malang. “ Panum ini sebagai bekal para mahasiswa untuk mengikuti kerja praktek di RSU Saiful Anwar Malang,” tandas Dr.dr. Karyono Mintaroem,Sp.PA pada Media center, Panum yang berlangsung selama 40 hari dipimpin langsung oleh dr. Susanto Nugroho, SpA selaku ketua Panum dan sebagai penanggung jawab Labskill dr. Pudjo Sanjoto ,MKes.
Disampaikan Dr. dr. Karyono, bahwa Panum ini merupakan sebagai bekal bagi para dokter muda untuk bisa kerja praktek di RSU Saiful Anwar Malang, dengan waktu yang cukup singkat diharapkan para dokter muda untuk bisa lebih giat lagi belajar, oleh karenanya ilmu yang diperoleh dalam Panum harus bisa dipraktekan dengan sebaik mungkin.
Ditambahkan dr. Pudjo Sanjoto, M.Kes, bahwa dengan adanya Panum maka para mahasiswa akan lebih mudah untuk menangani pasien di rumah sakit, diakuinya sebelum ada Panum , pada dokter muda yang kerap disebut koas itu tidak ada praktek cara menyuntik ataupun memasang infus, mereka hanya dibekali dengan teori kedokteran, tapi Panum ini akan sangat membantu koas untuk bisa lebih sempurna dalam menangani pasien, baik cara menyuntik maupun memasang infus. Tentunya Panum ini sangat berharga bagi mereka dalam melaksanakan tugas kedokteran.(ard)

Minggu, 15 November 2009

Tersaring 31 Calon Tenaga Kontrak FKUB Setelah Lakukan Tes Keempat kali





keterangan foto: Para peserta tenaga kontrak FKUB (ard)

Media Center, FKUB
Peserta tes tenaga kontrak Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya dari sekitar Sekitar 136 orang peserta mengikuti tes sebelumnya, saat ini tinggal 31 orang calon tenaga kontrak yang menguikuti psikotes. Sedangkan sekitar 105 orang terpaksa tidak bisa ikuti tes selanjutnya.
Sedangkan, tes sudah dilakukan yang keempat kali setelah disaring tinggal 31 orang peserta. Pengetahuan umum Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, kompetentensi sesuai dengan bidang masing-masing. Tes yang berlangsung di gedung pusat FKUB lantai VI. para tenaga kontrak itu nantinya akan ditempatkan dibeberapa jurusan yang masih membutuhkan. Seperti yang pernah disampaikan Pembantu Dekan II Dr.dr.Setyawati S.Karyono,MKes pada Media Center FKUB belum lama ini.
Dikatakan Dr. Setyawati selain tes tulis juga ada Pisikotes dan ketrampilan, mereka akan diuji sejaum mana melaksanakan pekerjaan sesuai dengan bidangnya. Sedangkan yang paling banyak tenaga administrasi , karena dengan banyaknya jurusan baru yang di buka FKUB termasuk Farmasi dan program S2, perlu adanya tambahan tenaga administrasi.Sehingga untuk memperlancar proses pekerjaan yang ada di masing masing jurusan. (ard)

Rabu, 28 Oktober 2009

Dikukuhkan Prof.Dr.dr.Noorhamdani,AS,DMM,SpMK Guruh Besar dari FKUB


Media Center, FKUB

Satu lagi guru besar dari Fakultas kedokteran Universitas Brawijaya. Prof.Dr.dr.Noorhamdani, AS. DMM. SpMK merupakan guru besar dari FKUB yang ke 176, Prof Norhamdani dikukuhkan sebagai guru besar Selasa (27/10) kemarin di gedung Widyaloka Universitas Brawijaya Malang., bersama Prof.Dr.Ir. Arief Prajitno,MS guru besar di di Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan. Guru besar UB ke-177
Disampaikan Prof. Dr. dr. Noorhamdani, AS Dalam orasinya yang berjudul "Peran Mikrobiologi Klinik dalam Menghadapi Ancaman Global Perubahan Pola Penyakit Infeksi dan Resistensi Antimikroba di Indonesia".
Lebihn jauh dikatakan bahwa pada Pola penyakit infeksi global mengalami perubahan dramatis dengan munculnya ancaman berbagai penyakit endemis dan ancaman penyakit baru. Kini terdapat gejala munculnya kembali penyakit yang dahulu telah diberantas maupun ancaman oleh mikroba baik sebagai new emerging disease maupun re-emerging disease. Hal ini umumnya disebabkan oleh ulah manusia dalam mengolah lingkungan yang cenderung berlebihan, penerapan teknologi yang dapat berakibat gangguan homeostasis lingkungan.
Ilmu mikrobiologi klinik sebagai salah satu cabang ilmu kedokteran lainnya menurut Noorhamdani memiliki peranan yang sangat vital dalam masa-masa berkembangnya kembali penyakit-penyakit infeksi. Peran tersebut tidak hanya dalam membantu menegakkan diagnosis saja, tetapi juga dalam hal pengobatan.
Noorhamdani mengatakan, "Meningkatnya permasalahan penyakit infeksi baik yang terjadi di masyarakat maupun di rumah sakit, perlu dilakukan upaya yang terencana, strategi dan kegiatan yang jelas, pemantauan yang terus menerus oleh semua pihak dan didukung oleh pemerintah".
Peran strategis untuk terlibat sejak awal dalam menentukan metodologi yang tepat untuk mengidentifikasi agen penyebab, dan aktif dalam membuat pedoman prosedur tetap dan memberikan informasi pada instansi berwenang dalam menentukan kebijakan penanggulangan infeksi. Dengan kondisi tersebut, menurut Noorhamdani perlu dilakukan reformasi di bidang sistem pelayanan kesehatan dan perlu dipertimbangkan pengembangan unit-unit perawatan penyakit menjadi Laboratorium Mikrobiologi Klinik dan Penyakit Infeksi. "Saat ini sebenarnya kita banyak membutuhkan SDM mikrobiologi klinik serta fasilitas-fasilitas pendukung yang lebih baik", tuturnya.
Jika saat ini tenaga dokter spesialis mikrobiologi klinik masih terbatas di rumah sakit pendidikan negeri, diusulkan keberasaan dokter spesialis di semua fasilitas pelayanan kesehatan baik milik negara maupun swasta.
Indonesia yang hanya memiliki satu pusat pendidikan spesialis mikrobiologi klinik (Universitas Indonesia) perlu menambah jumlahnya dengan membuka pusat pendidikan yang sama agar perannya di dalam masyarakat lebih optimal.
Prof.Dr.dr.Noorhamdani, AS. DMM. SpMK, pria kelahiran Ponorogo, 10 Nopember 1950. Ia memiliki seorang istri dr.Umi Kalsum M.Kes. dengan empa orang putra. Ia menyelesaikan pendidikan S1 di FK Unair pada tahun 1975 dan menyelesaikan program dokter Spesialis Mikrobiologi Klinik pada tahun1992 serta menyelesaikan program S3 di Unair. Pria yang sangat aktif dalam organisasi kedokteran ini telah membuat sebanyak 31 karya ilmiah/penelitian dan 6 buku/diktat. [hm]

Minggu, 25 Oktober 2009

Malam Keakraban Keluarga Besar FKUB & Diesnatalis ke 46 Berlangsung Cukup Guyub Rektor Menyematkan Mahasiswa FKUB Berprestasi Tingkat Nasional


Keterangan Foto: Sambutan Rektor UB Prof.Dr.Ir.Yogi Sugito (ard)


Keterangan Foto: pose bersama Dekan FKUB Dr.dr.Samsul Islam,SpMK,MKes bersama Rektor UB Prof.Dr.Ir.Yogi Sugito bersama mahasiswa FKUB peraih prestasi Nasional (ard)


Keterangan Foto: Ny.Sri Suciati Samsul Islam Istri Dekan FKUB saat berbincang dengan Ny. Yogi Sugito Istri Rektor UB. (ard)

Keterangan Foto : Cukup akrab berbincang para dosen dan pimpinan FKUB (ard)

Media Center,FKUB
Malam keakraban keluarga besar Fakultas kedokteran Universitas Brawijaya Malang berlangsung cukup guyub, malam keakraban, dalam rangka Dies Natalis ke 46 Fakultas kedokteran yang sempat Vakum terhenti diperingati. Hadir juga Rektor Unibraw Prof. Dr. Yogi Sugito yang telah menyematkan 18 mahasiswa FKUB yang berprestasi ditingkat Nasional baik Pimnas XXII UB maupun kegiatan ilmiah yang lain. Sabtu (24/10) di Gazebo Universitas Brawijaya Malang .
Dr. dr. Samsul Islam, SpMK, MKes Dekan Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya menyampaikan, bahwa , makna dari diesnatalis ini cukup besar, karena dengan memperingati Ulang tahun akan bisa menginteropeksi diri dalam berbagai hal berkaitan dengan perkembangan FKUB. FKUB ini melaju cukup cepat, senyampan dengan perkembangan jaman dan kemajuan teknologi kedokteran. Saat ini FKUB telah mampu bertengger di dunia International terbukti banyaknya warga negara tetangga yang mempercayakan putranya dalam menggali ilmu dibidang kesehatan di FKUB. Beberapa negara tetangga yang saat ini kuliah di FKUB diantaranya negara Malaysia, Honggaria, India, Afrika, China dan masihy banyak lagi.
Tentunya kekompakan team dari FKUB harus digalang seperti halnya terlihat saat dies natalis ini, semua hadir mulai dari karyawan , dosen, mahasiswa serta seluruh mitra FKUB termasuk RSU Saifuil Anwar Malang. Tentunya keakraban ini harus kita galang agar kita bisa meninmgkatkan kinerja serta kualitas dari FKUB. Dengan banyaknya mahasiswa yang berprestasi di FKUB semakin menunjukkan bahwa FKUB semakin maju dan handal .
Dalam malam keakraban diisi berbagai kegiatan atraksi seni maupun tari dari para dokter RSU Saiful Anwar Malang, mahasiswa dan dosen FKUB. Sejumlah mahasiswa berprestasi yang dapat penghargaan Rektor diantaranya Zulfikar Syam Bani Ulhag Juara I PKMP Pimnas XXII dengan teamnya Tenta Hartian Hendyatama , Hamid Hunaif Dhofi, sedangkan Arif Sudarsono PKMP Pimnas XXII Juara II, dengan teamnya Andika Agus S, Arsyna anathesia, team dari Natanael Untario, Tetuka Bagus L, Krisadelfa Sutantio dapat juara II PKMPGT Pimnas XXII UB, team Elisa Fauzitatul M, Lailatul Mafrukha M, Torena Yuristah Juara II KKTA Non PKPM Pimnas XXII sedangkan Rosikah Al Maris juara II lomba Essai Nasional Badan Pers Nasional ISMKI, team Yaniar Uzxilfatin,Choirina Windardi Juara III Agro Industrial Paper competition Tingkat Nasional, Zulfikar Syam Bani Ulhag dan Tenta Hartian Hendyatama Juara III peneliti Remaja Indonesia (PPRI) tahun 2009 . (ard)

Rabu, 21 Oktober 2009

Sekitar 27 Ners & 40 Sarjana Gizi Disumpah





Media Center, FKUB
Sekitar 27 Ners program Studi Ilmu Keperawatan (PSIK) FKUB dan 40 Sarjana Gizi baru disumpah selanjutnya dilepas oleh Dekan FKUB Dr. dr. Samsul Islam, SpMK , MKes di Gedung Gramedika Lantai II FKUB Sabtu (17/10) belum lama ini. Pelepasan dan sumpah setelah yang bersangkutan mengikuti acara Wisuda secara bersamaan dengan Fakultas lain yang diselenggarakan Universitas Brawijaya Malang.
Pesan singkat Dekan FKUB Dr. dr. Samsul Islam, SpMK, MKes bahwa para lulusan PSIK maupun sarjana Gizi harus selalu meningkatkan keprofesianya, sehingga akan bisa mengabdi di masyarakat dengan baik. Para lulusan Ners maupun Gizi hasil Yudisium 07 Agustus 2009 itu diminta juga untuk bisa menjaga martabat profesi dan senan tiasa meningkatkan kualitas dan keilmuanya, sehingga dalam penanganan terhadap penderita dipusat-pusat kesehatan maupun rumah sakit akan bisa lebih baik.
Ditambahkan khusus perawat, bahwa dalam penanganan pasienj seorang perawat harus mampu menegakan diagnose keperawatan dan melakukan tindakan keperawatan untuk memenuhi kebutuhan dasar keperawatan bagi penderita , demikian juga dengan pelayanan gizi kesehatan .Tindakan keperawatan dan pengelolaan Gizi yang didasari pengetahuan yang cukup akan menghasilkan out put yang berkualitas juga.
Sementara dilaporkan Dr.dr. Endang Sriwahyuni,MS Ketua Program Studi Gizi bahwa jumlah sarjana Gizi yang dilepas 40 orang, sehingga sampai saat ini PSIK telah meluluskan sekitar 275 orang sarjana Gizi. Hal senada disampaikan dr.Subandi, MKes, DAHK,PA (K) Ketua jurusan keperawatan bahwa dengan disumpah dabn dilepasnya 27 Ners maka jumlah Ners yang diluluskan FKUB sekitar 711 Ners (ard)